Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts

Baca Juga :


Ada kalanya seorang mukmin diuji oleh Allah ta’ala dengan perlakuan kurang baik dari pasangan hidupnya. Seorang suami yang memiliki komitmen pada agama kadang juga tergelincir dengan sikap atau akhlak yang tidak terpuji pada istrinya. Rumah tangga yang di awalnya penuh dengan ketenteraman serta kebahagiaan seiring berjalan waktu terkadang mengalami badai dan terguncang ketika ada perkataan dan perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam. Ini sebuah ujian yang harus dihadapi pasutri agar laju bahtera pernikahan tetap stabil menuju sakinah, mawaddah, dan penuh rahmat Allah ta’ala.

Semoga nasehat syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah di bawah ini mampu mencerahkan imam pasutri untuk lebih menjaga keutuhan rumah tangga serta mampu bersikap bijak saat badai mengguncang.
Beliau ditanya:
Saya sudah menikah 25 tahun dan memiliki beberapa anak. Akhir-akhir ini saya ada masalah dengan suami. Dia sering melecehkan saya di hadapan anak-anak dan keluarga besar tanpa sebab yang jelas. Saya tidak lagi merasa nyaman kecuali kalau ia tidak ada di rumah, padahal suami saya ini selalu shalat dan takut kepada Allah ‘azza wa jalla. Mohon nasehat, bagaimana sikap saya yang benar? Jazaakumullahu khairan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab:
Anda wajib bersabar dan berusaha menasehatinya dengan baik dan mengingatkannya supaya ingat kepada Allah ‘azza wa jalla dan hari kiamat. Semoga dengan ini dia mendengar dan kembali ke jalan yang benar serta meninggalkan perangainya yang buruk. Jika dia tidak berubah, maka dia yang berdosa dan anda mendapatkan pahala yang besar dengan sebab kesabaran anda menghadapi keburukannya.
Disyariatkan pula bagi anda untuk berdoa dalam shalat dan di luar shalat supaya Allah ‘azza wa jalla memberikan petunjuk kepadanya ke arah kebenaran mengaruniainya akhlak terpuji juga agar Allah ‘azza wa jalla melindungi anda dari keburukannya.
Di samping itu, anda harus berusaha mengevaluasi diri dan berusaha tetap istiqamah dan bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla dari semua keburukan dan kesalahan yang mungkin saudari perbuat dalam menunaikan hak Allah ‘azza wa jalla, hak suami atau hak yang lain. Karena bisa jadi kejadian ini menimpa saudari karena perbuatan maksiat yang saudari lakukan. Karena Allah ‘azza wa jalla berfirman:
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ
Artinya: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy-Syu’ara: 30).
Bisa jadi anda minta tolong kepada bapaknya, atau ibunya, atau kakaknya atau siapa saja yang didengar suaranya untuk menasehatinya agar memperlakukan saudari dengan baik, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa jalla,
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaulah dengan mereka secara patut” (QS. An-Nisa: 19)
Juga firman Allah ‘Azza wa jalla,
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya” (QS. Al-Baqarah: 228).
Semoga Allah ‘Azza wa jalla memperbaiki biduk rumah tangga kalian dan semoga Allah ‘Azza wa jalla memberikan hidayah kepada suami saudari dan menunjukinya jalan yang benar. Semoga Allah ‘Azza wa jalla senantiasa mengumpulkan kalian dalam kebaikan dan petunjuk, karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla Maha Dermawan lagi Maha Pemurah” (Fatawa al-Mar’ah al- Muslimah, hal. 687-688).
Demikianlah nasehat penyejuk iman agar pasutri tetap optimis dalam mencari solusi dalam setiap permasalahan rumah tangga. Mendoakan suami agar menjadi lebih baik adalah langkah utama agar Allah ta’ala membuka hati suami untuk segera menyadari kekhilafannya. Mintalah pada Allah ta’ala dan jangan berputus asa. Selain itu istri juga harus lebih memperbaiki diri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas iman dan amal shalih karena terkadang tingkah laku suami dipicu oleh berbagai kemaksiatan yang dilakukan istri. Dan langkah yang tak kalah penting adalah tetap bersikap baik kepada suami, tunaikan kewajiban-kewajiban sebagai suami istri dengan ikhlas dan bergaulah dengan adab mulia. Bersabar terhadap keburukan orang lain sungguh butuh perjuangan ekstra. Di sinilah ketangguhan iman dan tawakkal seorang mukmin diuji, akankah ia lulus dalam menghadapi badai ujian ini. Bayangkan betapa istri akan merasakan puncak kebahagiaan ketika suatu saat suaminya berubah menjadi lebih shalih, mampu memperlakukan istri dengan lebih baik, niscaya anda akan bersemangat menjalani segala aktivitas.
Semoga uraian di atas mampu mencerahkan pikiran dan pandangan kaum mukminah bahwa kehidupan pernikahan akan indah dan barakah ketika kita menyandarkan harapan hanya pada Allah ta’ala dan senantiasa berdzikir, berdoa dan berupaya untuk meraih keridaan Allah ta’ala.
***
Penulis: Isruwanti Ummu Nashifa

Baca Juga :


Cara Budidaya Kangkung Darat yang Menguntungkan !!
Jenis kangkung itu sendiri terdiri atas kangkung sawah dan darat.
Jika anda tidak memiliki lahan persawahan anda juga dapat memanfaatkan teknik menanam kangkung darat untuk mendapatkan hasil maksimal.
Memang kangkung darat kurang diminati dibanding kangkung sawah.
Namun karena permintaan pasar yang besar, tentunya kangkung darat menjadi alternatif bagi para konsumen.
Menanam kangkung darat sebenarnya cukup mudah, cara yang diperlukan juga tidak terlalu sulit.
Jika kangkung sawah memerlukan cara penanaman maka kangkung darat memerlukan cara penyebaran benih untuk menanamnya.
Tentunya menanam kangkung darat lebih mudah jika dibandingkan dengan menanam kangkung sawah dan hasil yang diperolehnya pun cukup banyak.
Jika anda penasaran dengan cara budidaya kangkung darat, berikut ini ulasan lengkapnya untuk anda.
Cara Budidaya Kangkung Darat
Penyiapan benih
Langkah pertama yang harus anda perhatikan adalah pemilihan benih yang baik, benih kangkung yang unggul biasanya terdiri dari varietas Sutera dan Bangkok.
Benih kangkung unggul ini juga memiliki beberapa jenis lain seperti keluaran Bisi dan Panah Merah.
Kangkung asal Jawa Timur dari Sidoarjo misalnya merupakan salah satu varietas kangkung jenis benih unggul.
Benih kangkung darat yang baik dengan daya tumbuh 95 persen dan tegak dalam waktu 8 minggu.
Usahakan benih kangkung darat ini jangan disimpan terlalu lama karena akan menurun produktivitasnya.
Pengolahan lahan dan pemupukan dasar
Tahap selanjutnya dalam cara budidaya kangkung darat adalah pengolahan lahan serta melakukan pemupukan dasar. Untuk jenis lahan, kangkung menghendaki tumbuh di lahan yang gembur dan buat bedengan selebar 1 meter.
Selain itu sesuaikan dengan petak lahan dengan jarak 30-40 cm. Fungsi jarak petak lahan ini sebagai saluran drainase dan untuk mempermudah jalan pemeliharaan.

Baca Juga :




Istri harus rela membagi sang suami dengan istri lainnya. Meski pedih, Anggun mengaku menerimanya karena sudah cinta dan sang suami dikenal sebagai orang yang baik. Ini kisah pernikahan tersebut secara lengkap.

Seorang gadis di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Anggun Andini (16), tak pernahmemikirkan sedikit pun untuk menikah satu panggung dengan wanita lain yang juga jadi istri suaminya. Namun, karena cintanya yang begitu kuat kepada Suhuan (18) membuat rasa cemburu itu kian pudar. Akhirnya, ia rela dinikahi Suhuan meski pria yang dicintainya itu juga menikahi wanita lain yakni Vopi Anggraini (17).

Anggun juga mengungkapkan setelah melangsungkan pernikahan itu ia tak tinggal satu atap dengan Vopi.
Vopi tinggal di Desa Tebing Bulang sementara Anggun tinggal di Desa Rantau Sialang.Karena tidak tinggal satu atap, Suhuan yang menjadi suami Anggun itu pun harus membagi waktu dengan kedua istrinya. “Setiap dua malam sekali suami saya pulang ke rumah, jadi tak masalah,” kata Anggun, Selasa (29/12/20202).Anggun mengaku semula mengenal Suhuan dari aplikasi perpesanan WhatsApp. Saat itu suaminya tersebut mengajaknya untuk jalan-jalan.

Tiga bulan berlalu, benih-benih cinta pun mulai tumbuh dan kian besar. Suhuan lalu menyatakan perasaan untuk mempersunting Anggun menjadi pendamping hidupnya. Saya baru tahu kalau ada wanita lain, saya tetap mau menikah karena suami saya itu orangnya baik,” ujarnya. Setelah Anggun menerima permintaan Suhuan, ia lalu menyampaikan niat untuk berumah tangga bersama Suhuan kepada kedua orang tuanya.

Meski sempat terjadi penolakan, tapi setelah dijelaskan, mereka akhirnya sepakat dan ingin melangsungkan pernikahan tersebut.”Sempat dilarang tapi saya tetap mau menikah dengan Suhuan, akhirnya diperbolehkan,” ujarnya.Diberitakan sebelumnya, seorang pria di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, membuat heboh karena telah menikahi dua orang gadis sekaligus.

Pernikahan yang berlangsung di kawasan talang Piase, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Muba, tersebut jadi banyak perbincangan banyak orang setelah foto mereka tersebar di media sosial.Diketahui, pria yang menikahi dua gadis tersebut bernama Suhuan (18). Sementara istrinya adalah Anggun Andini (16) dan Vopi Anggraini (17) yang merupakan warga Muba.

Waduh, masih 18 tahun sudah poligami, kira-kira apa benar sudah paham konsekuensi dari pernikahan ya? Apalagi punya dua tanggung jawab istri, belum lagi nanti kalau punya anak.
Meski begitu, semoga ketiganya menjadi keluarga solid yang saling mendukung satu sama lain dan harmonis.

Baca Juga :


 Seorang suami yang shalih tentunya berharap memiliki pendamping hidup yang shalihah, taat pada Allah, mampu membahagiakan suami, kasih sayang dan mencintai anak-anaknya. Wanita yang memiliki berbagai kriteria kebaikan, cerdas serta mampu membersamai suami dan anak-anaknya menuju jannah.

Salah seorang sahabat Nabi yang bernama Aktsam bin Shairi radhiyallaah ‘anhu pernah berwasiat kepada kaumnya, diantaranya ia mengatakan: “Ku wasiatkan kepada kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah dan menyambung tali silaturahmi. Dengan keduanya akar (keimanan) akan selalu tegak dan cabangnya tak akan bengkok. Hati-hatilah kalian jangan sampai menikahi wanita yang dungu, karena hidup bersamanya adalah kenistaan”.(Ma’rifatus Shahabah karya Abu Nu`aim Al-Ashbahani, 3/385).

Wanita yang dungu dan melalaikan petunjukNya hanya akan membuat suami repot, mereka sukar dididik dan diarahkan kepada kebenaran. Karena sosok istri akan sangat menentukan warna anak di masa depan. Dan figur istri yang taat pada Allah insyaallah akan selalu memotivasi suami untuk selalu menempuh jalan ketaqwaan dalam berbagai kondisi dan ia akan menguatkan keimanan suami ketika menghadapi berbagai rintangan hidup.

Cantik lahir batin, mungkinkah?
Sebuah anugerah besar ketika seorang suami memiliki istri yang cantik secara fisik, berakhlak mulia, memiliki hati yang bersih, serta senantiasa membuat pasangannya bahagia. Ketika Allah mentakdirkan kita dengan keadaan lahir yang biasa-biasa saja bersyukurlah karena nilai utama seorang insan terletak pada hati dan baiknya amal. Sebagaimana wasiat beliau shalallaahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak pula kekayaan kalian, akan tetapi yang Allah lihat adalah hati dan amal kalian” (HR. Muslim).

Seorang pria sah-sah saja mengidamkan calon istri yang cantik, kaya, memiliki nasab baik, hafal Al-Qur’an dan berbagai kriteria ideal lainnya. Tapi barometer utamanya tetap faktor agama karena inilah titik poin utama sekaligus modal berharga untuk meraih bahagia dunia dan akhirat.

Nasihat Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin tentang pernikahan

“Tujuan menikah itu adalah untuk bersenang-senang dengan istri, membangun keluarga yang shalihah dan masyarakat yang selamat. Atas dasar hal ini maka wanita yang layak dinikahi adalah yang bisa mewujudkan dua tujuan tersebut, yaitu wanita yang memiliki kecantikan lahir dan kesempurnaan fisik, karena apabila seorang wanita itu cantik parasnya dan baik tutur katanya, hati akan terbuka, dada akan terasa lapang dan jiwa akan merasa senang sehingga akan terwujud firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar-Rum : 21).

Adapun kecantikan batin adalah kesempurnaan agama dan akhlak. Semakin taat seorang wanita dalam agama dan semakin sempurna akhlaknya, maka akan semakin dicintai oleh jiwa. Wanita yang taat beragama, melaksanakan perintah Allah dan menjaga hak-hak suami, hak ranjang, anak-anak maupun hartanya, membantu suami dalam menaati Allah, jika suami lupa ia akan mengingatkannya dan apabila suami malas ia memompa semangatnya dan apabila suami marah ia akan berusaha membuatnya tenang. Apabila mungkin untuk mendapatkan wanita yang cantik lahir dan batinnya maka inilah kesempurnaan dan kebahagiaan” (Az-Zawaj, hal. 8).

Baca Juga :

falling big via https://www.hipwee.com
Dalam hidupnya manusia tidak lepas dari kesalahan. Kesalahan besar ataupun kesalahan kecil. Itu sifat manusiawi yang umum ditemui. Tugas manusia hanya berusaha untuk berbuat yang terbaik, menghindari kesalahan semaksimal mungkin.

Namun, ada kalanya manusia melakukan kesalahan dengan sengaja. Nalurinya sebagai salah satu makhluk di alam ini terkadang memaksanya melakukan professional foul dengan alasan yang beragam. Dari sekian banyak alasan, “mempertahankan diri sendiri” adalah alasan yang sering dikemukakan secara sadar atau tidak.
Kesalahan-kesalahan kecil atau besar yang pernah dilakukan seseorang terkadang membuatnya menjadi seorang “pendosa”. Terpenjara karena kesalahannya. Dan dicemooh karena kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalunya.
Pepatah mengatakan “segalak-galaknya harimau tak akan memakan anaknya sendiri”. Pepatah itu bisa bermakna orang yang kejam tak akan mencelakakan orang yang dikasihinya. Bisa juga bermakna sejahat apapun orang pasti mempunyai rasa kemanusiaan.
Kesalahan yang dilakukan oleh setiap manusia. Pasti berdampak buruk bagi dirinya sendiri pada khususnya. Umumnya berdampak buruk pada orang lain. Suatu saat “si pendosa” akan sadar pada kesalahannya. Jika egois mendominasi dirinya dia akan terus berada dalam kesalahannya dan mengulanginya. Namun jika rasa menyesal menguatkan dirinya, dia akan berubah menjadi orang yang lebih baik.
Bertaubat adalah jalan satu-satunya untuk kembali pada jalan kebenaran. Dan menghindar dari berbagai dosa dan kesalahan di masa lalunya.
Seseorang memang berhak punya penilaian. Dan masa lalu adalah salah satu objek penilaiannya. Namun, terkadang seseorang terlalu melibatkan perasaan kebencian terhadap masa lalu si pendosa dalam menilai, hingga penilaiannya sudah tidak objektif lagi.
Ada pepatah lagi mengatakan “Lebih baik mantan preman, dari pada mantan ustadz”.
Makna pepatah di atas kurang lebih seperti seseorang dengan masa lalunya yang kelam masih punya kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Asalkan dia punya niat yang bersih, menyesal pada perilakunya dahulu dan meminta ampunan pada tuhan dan/atau seseorang yang pernah disakitinya. Tapi sayang, nasi sudah menjadi bubur, kebijakan sosial selalu mendominasi bahwa keburukan seseorang di masa lalunya dipercaya sebagai watak yang tidak akan pernah hilang.
Buat para “pendosa” jangan pesimis dikatakan “Kamu bukan orang yang dipercaya lagi”. Ada yang lebih maha tahu tentang hati kamu. Jangan khawatir jika orang-orang tidak percaya kamu sudah berubah. Karena mereka tidak tahu dan tak akan pernah bisa menyelami hati kamu yang sudah berubah. Mereka hanya menilai masa lalumu. Maafkan saja mereka, karena ksatria sejati itu adalah si “pemaaf”. Yang penting harus diyakini adalah “Tuhan tahu kita sudah berubah, minta pada tuhan untuk membukakan hati orang-orang yang tidak pernah percaya bahwa kita sudah berubah menjadi lebih baik”.
Semoga, masa lalu buruk yang pernah kita lakukan kita sadari dan sesali, hingga terlahir maaf dan berbuah ampunan. Jangan risau pada manusia yang tidak percaya, karena Tuhan maha tahu segalanya.
Ngamprah, 6 September 2016.
Cs. Maulana

Baca Juga :

Foto: Ilustrasi
Pernikahan merupakan sunah nabi yang sangat dianjurkan pelaksanaannya untuk umat islam, semasa hidupnya Nabi menikahi 13 wanita dan sebagian besar istri Rasul adalah janda hanya Aisha RA saja yang masih gadis.

Rasullulah memang memilih menikahi janda untuk tujuan dakwah dan memuliakan mereka.
Allah SWT memerintahkan beliau menikahi banyak wanita agar sunah-sunah yang tidak tampak kecuali di rumah bisa di riwayatkan secara utuh. Istri-istri beliau meriwayatkan sunah-sunah saat di rumah.

Menurut Islam menikahi janda juga ada keutamaannya diantaranya adalah:

1. Menikahi Janda merupakan anugrah
Memilih menikahi janda bisa dikategorikan tindakan yang akan membawa berkah dan juga anugrah bagi kita apalagi niatnya karena Allah untuk melindungi janda tersebut dari fitnah  atau hal buruk lainnya yang mungkin bisa terjadi.
''Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang miskin laksana yang berjuang di jalan Allah, dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakakn shalat di malam hari (HR. bukhari no 5353 dan muslim no 2982) 

2. Menikahi janda bisa mendatangkan rejeki
 Menikahi janda karena niat baik karena ingin mengangkat derajatnya agar tidak ti remehkan orang lain termasuk prilaku yang tidak terpuji, Insyallah  akan mengganti banyak kebaikan tanpa terkecuali diberikan rejeki yang cukup.

"Nikahilah wanita karena akan mendatangkan harta bagi kalian" (HR. Hakim 2679 dan nilai Ad Dzhabi sesuai syarat Bukhari dan muslim).

Baca Juga :

Foto: Ilustrasi
Gara-gara hutang, manusia akan mempunyai masalah dengan orang lain. Selain itu, ternyata hutang juga bisa menjadi masalah di akhirat kelak jika tidak dilunasi.
Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wassalam memberi peringatan tentang hutang.
  1. Orang yang mati membawa hutang akan diganti dengan amal kebaikannya.
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat) karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham,” (Shahih, HR. Ibnu Majah 2414).
  1. Urusan orang yang berhutang masih tergantung.
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya,” (Shahih, HR. At-Tirmidzi 1078).
  1. Orang yang berniat tidak melunasi hutangnya dihukumi sebagai pencuri.
Rasululloh bersabda : “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) berstatus sebagai pencuri,” (Shahih, HR Ibnu Majah 2410)

Baca Juga :

Pernah merasa jengkel tidak, saat kita berbuat baik kepada orang lain tapi dia malah berlaku buruk kepada kita. Pasti jengkel, kan? iya itu adalah hal yang manusiawi, tetapi jangan teruskan perasaan tersebut menjadi benci. Tetap jadilah orang baik, meski kamu tidak diperlakukan baik oleh orang lain, sebab bagaimanapun kebaikan yang secara kasat mata tidak harganya dan sia-sia tetap bernilai sempurna di mata Allah. 


Tidak Usah Membenci, Meski Awalnya Kamu Tidak Senang, Tetap Sadarlah Bahwa Allah Tahu Apa yang Kamu Rasakan

Oleh karena itu, tidak usah kamu membenci, meski benar awalnya kamu tidak senang, meski benar awalnya kamu merasa jengkel, tetap sadarlah bahwa Allah tahu apa yang kamu rasakan. Allah tahu betul bagaimana luka yang kamu rasakan, tapi jangan pernah biarkan hatimu kotor dengan merasa tidak terima dan semacamnya.

Orang Lain Memperlakukanmu Buruk, Jangan Sampai Kamu Ikut-ikutan Berlaku Buruk

Orang lain mungkin memang memperlakukanmu buruk, membalas kebaikanmu dengan sesuatu yang tidka pantas, tapi jangan sampai kamu ikut-ikutan berlaku buruk. Kendalikan hatimu sebaik mungkin, meski awalnya amarahmu mendidih, tetap belajarlah memafkan dengan terus mengendalikan egomu.

Tetap Bersabar, Meski Nyatanya Bersabar Itu Bukanlah Sesuatu yang Mudah

Tetap bersabar saja ya, meski nyatanya bersabar itu bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi pastikan kamu tidak pernah lelah untuk terus menenangkan hati. Ingatlah dengan baik bahwa ketika kamu marah, benci, dan apalagi sampai merasa dendam, Allah itu tidak suka kamu yang demikian, maka pastikan kamu tetap mampu mengendalikan hatimu untuk bersabar.

Belajarlah Menundukkan Hati, Sungguh Kamu Akan Mendapatkan Kebaikan yang Luar Biasa Dari Allah Nanti

Belajarlah terus menundukkan hatimu, belajarlah terus menundukkan amarahmu, sungguh kamu akan mendapatkan kebaikan yang luar biasa nanti dari Allah. Allah akan membalas setiap usahamu dalam bersabar, ikhlas, dan memaafkan. Serta Allah tidak akan pernah luput memberi balasan setimpal pada dia yang sudah memperlakukanmu tidak baik.

Lagipula Tidak Ada Gunanya Kamu Membalas Keburukan Dengan Keburukan yang Sama, Bisa Jadi Hatimu Akan Semakin Merasa Buruk

Oleh karenanya, mengalah saja pada amarah saat ia menggelayuti hatimu untuk membalas yang buruk dengan keburukan yang sama. Dan lagipula tidak ada gunanya kamu membalas keburukan dengan keburukan yang sama, karena bisa jadi hatimu nanti akan semakin buruk dengan perasaan yang tidak menyenangkan.

Sumber: humairoh.com

Baca Juga :

Semua orang pasti sangat ingin bekerja di kampung sendiri, selain bisa dekat dengan keluarga, kehidupan di kampung yang kita sudah lalui sejak lahir pastinya terasa lebih nyaman ketimbang di kampung orang. 


Namun terkadang susahnya mencari pekerjaan di kampung sendiri membuat kita mau tak mau harus keluar kampung mencari pekerjaan, entah itu demi mencarikan nafkah orang tua, anak dan istri atau demi masa depan yang kita impikan. 

Banyak problem yang sering menimpah kita saat sudah berada di tanah rantau, dan terkadang sebagian orang yang mentalnya tak kuat harus menyerah di tengah jalan dan memilih balik ke kampung.

Tapi, tak sedikit juga yang memilih bertahan dan menjalani pahit manisnya hidup di tanah rantau. Biasanya, beberapa orang yang tahan dengan segala ujian akan sukses di kemudian hari. Meski rejeki seseorang berbeda-beda, namun mental yang kuat menghadapi semua masalah di tanah orang tentunya menjadi faktor yang sangat penting dalam meniti sebuah kesuksesan.


Berkat pengalaman merasakan pahit manisnya hidup, rata-rata anak rantau itu bukan anak manja yang selalu mengeluh. Anak rantau itu bermental baja, tidak gengsi serta mampu dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru yang ia tempati.
Ia sudah terbiasa dengan makanan seadanya, bahkan tak makan sekalipun, bekerja dibawah tekanan dan selalu dapat memanfaatkan waktu secuil pun.

Maka tak heran jika rata-rata anak rantau bersikap lebih dewasa serta mampu mengatasi setiap masalah yang mereka hadapi dengan bijaksana.

So, jika anda ingin mencari sebuah cerita inspirasi hidup, pengalaman anak rantau adalah cerita terbaik yang dapat menginspirasi anda demi kesuksesan kelak.

Baca Juga :


Pertengkaran di dalam pernikahan tentu sudah menjadi hal wajar. Setiap orang bisa memiliki pendapat dan pandangan berbeda terhadap suatu hal, dan hal ini menimbulkan ketegangan dalam hubungan suami istri.





Namun tahukah bahwa ternyata akan lebih baik pasangan menikah tidak bertengkar lewat sms atau pesan chat?
Sebuah penelitian yang dilakukan di Brigham Young University menemukan bahwa pasangan yang bertengkar lewat chat (pesan teks), minta maaf lewat chat, atau mendiskusikan keputusan lewat chat, ternyata punya kehidupan pernikahan tidak bahagia.



Kurangnya interaksi tatap muka dan ketidaktahuan intonasi bicara dan ekspresi wajah saat mengirimkan pesan teks akan menimbulkan kesalahpahaman terhadap maksud pesan teks yang dikirimkan satu sama lain.
Berbeda jika pasangan bertemu tatap muka dan membicarakannya bersama. Bukan hanya lebih memahami satu sama lain dan bisa lebih leluasa mengungkapkan pikiran, tapi juga menyingkirkan kesalahpahaman.
Itulah mengapa akan lebih baik jika pasangan menikah bertemu dalam satu tempat dan membicarakannya secara langsung, tidak melalui chat.
Kesibukan masing-masing mungkin jadi alasan, tapi jika ingin pernikahan awet, usahakan sebisa mungkin untuk tidak bertengkar tentang hal-hal besar lewat handphone, apalagi berhenti di pesan teks.
Sumber: fimela.com

Baca Juga :


Keinginan setiap wanita pastilah sama, yaitu ingin bertemu dengan yang setia, tidak kasar, penyayang, dan pekaan. Maka untukmu lelaki, bekalilah dirimu dengan kasih sayang, kesetiaan, dan sifat lemah lembut.







Mengertilah yang dibutuhkan wanita itu adalah kedamaian, maka pastikan kamu tidak berbuat hal yang membuatnya merasa sakit hati dan kecewa.
Setialah, karena yang berharga darimu selain tanggung jawabmu adalah kesetiaanmu, maka jagalah setiamu kepada wanita yang kini telah menjadi kewajibanmu


Harta dan Tahta Sebenarnya Hanya Bonus Bagi Seorang Wanita, Karena Tanggung Jawabmulah yang Selalu Dia Damba


Ingat, bagi kebanyakan wanita harta dan tahta itu sebenarnya hanya sebuah bonus, karena yang paling dia harapkan dari lelakinya adalah tanggung jawab yang memadai.

Yang dia damba dari suaminya adalah rasa sayang yang melimpah, karena kebahagiaan dan kedamaian terbaik dalam kebersamaan adalah tertunainya tanggung jawab dan kasih sayang tiada henti.


Tak Bisa Dipungkiri, Wanita Memang Juga Butuh Materi Sebagai Syarat Menunaikan Kewajibannya, Tapi Tetap Saja Kesetiaan Lebih Berharga Baginya


Dan iya wanita tidak mau menufik, tidak bisa dipungkiri bahwa sampai kapanpun dia memang juga butuh yang namanya materi sebagai syarat menunaikan kewajibannya, tapi semua itu tidak seberapa dibandingkan dengan harga kesetiaan.

Karena walau materi (uang) memang tak dipungkiri dibutuhkan untuk kelangsungan hidupnya, tapi tetap saja nomer satu baginya adalah tanggung jawabmu menjaga hati.


Sungguh uang bisa dicari, dan dia pula bisa tidak bergantung soal uang kepadamu, tetapi berbicara hati dia tidak bisa mencari cinta dan kasih sayang selain dirimu. Maka setialah!

Kesetian Mahal Harganya, dan Kamu Berharga di Mata Wanitamu Bila Setia. Maka Pastikan Kamu Sebagai Lelaki Mempunyai Stok Setia yang Cukup


Ketahuilah, kesetiaan itu mahal harganya, dan hanya lelaki yang mengerti soal tanggung jawab yang mengerti tentang setaia. Maka bila kamu tahu bahwa setia itu mahal, berusahalah untuk memahalkan dirimu dengan kesetiaan. 

Wanitamu/istrimu tidak hanya akan cukup dengan kamu suguhkan materi semata, tapi dia juga butuh kesetiaan yang memadai.
Karena apalah arti sebuah harta, jika didalamnya tak ada cinta yang berharga, maka pastikan kamu sebagai lelaki mempunyai stok setia yang cukup untuk wanitamu.


Perasaan Setiap Wanita Adalah Sama, Dia Ingin Dicintai Dengan Tanggung Jawab, Kesetian, dan Rasa Sayang yang Tak Pernah Pudar

Pahami dan pekalah sebagai seorang lelaki, kamu harus tahu bahwa perasaan setiap wanita adalah sama, dia ingin selalu dicintai dengan sepenuh hati, dia ingin selalu kamu jaga dengan tanggung jawab, dia ingin kamu menjaga setiamu, dan dia ingin kamu sayangin setiap saatnya tanpa ada rasa bosan sedikitpun.

Selalu Ingatlah Lelaki, yang Mahal Darimu Adalah Tanggung Jawab dan Kesetianmu, Bukan Harta Maupun Tahtamu


Maka selalu ingatlah wahai lelaki, yang mahal daimu sebagai lelaki adalah kegagahanmu dalam mengemban tanggung jawab, dan kesetiaanmu dalam menjaga satu hati, yaitu cinta wanitamu atau istrimu, maka hiasilah dirimu dengan 2 hal tersebut.

Karena sungguh bukan harta maupun tahta yang menjadikanmu spesial dan berharga dimata wanitamu, sebab semua itu tidak akan ada harganya bila kamu tak tahu caranya setia dan menunaikan kewajibanmu secara bijaksana.

Baca Juga :

Nasihat orangtua atau tradisi dalam keluarga bisa membentuk pribadi kita saat ini. Perubahan besar dalam hidup bisa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai dan budaya yang ada di dalam keluarga. Kesuksesan yang diraih saat ini pun bisa terwujud karena pelajaran penting yang ditanamkan sejak kecil. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Culture Matters: Budayamu Membentuk Pribadimu ini.

Oleh: Diasti - Surabaya
Aku dibesarkan dalam keluarga sederhana. Saat berumur batita aku diasuh oleh kakek dan nenek. Sebetulnya orangtuaku masih ada, akan tetapi ayahku sedang sakit saat usiaku belum genap satu tahun dan tidak lama kemudian ayah meninggal. Tinggallah ibu yang dengan empat anaknya harus dibesarkan seorang diri. Ah, membayangkannya saja sulit. Oleh karena itu, kakek nenek mengambil alih peran untuk membesarkanku.
Aku kecil tinggal di sebuah desa yang berada di daerah Jawa Timur. Meskipun demikian, kakek dan nenek mendidikku dengan cara luar biasa. Bagaimana tidak? Meskipun mereka orang desa, mereka selalu menekankan untuk aku mengutamakan pendidikan. Tidak lupa mereka selalu menekankan untuk disiplin, kerja keras, dan bertanggung jawab dalam setiap hal yang aku kerjakan.
Sedari SD, aku dibiasakan untuk membantu pekerjaan rumah. Contohnya sebelum berangkat sekolah harus menyapu terlebih dahulu, harus mencuci sendiri piring yang dipakai setelah makan, harus mencuci dan menyetrika sendiri pakaianku. Pokoknya segala sesuatu hal yang berkaitan dengan keperluan pribadi aku harus bisa mengurusnya.

Nasihat orangtua adalah jalan terbaik untukku

Zodiak yang Dikenal Produktif
Ilustrasi./Copyright Pixabay
Tidak hanya dalam hal tanggung jawab, kakek dan nenek juga mendidikku dalam berkata dan bersikap secara santun. Karena kami orang Jawa, sedari kecil aku dibiasakan untuk berbicara krama pada orang yang lebih tua. Merekapun mengajariku bagaimana cara menjamu yang baik saat ada tamu dan bersikap sopan. Nilai-nilai luhur lainnya juga mereka tanamkan, seperti harus bersikap jujur, hidup sederhana dan menabung. Aku kecil mungkin tidak merasa nyaman dengan segala keteraturan itu. Tapi sekarang barulah terasa bahwa segala hal itulah yang menempaku menjadi pribadi yang tangguh seperti saat ini.
Waktu remaja aku kembali ke kota asalku, Surabaya. Sebagai yatim, tentunya aku berusaha bersikap lebih mandiri karena aku tidak ingin membebani ibuku. Alhamdulilah sedari SD sampai sekolah menengah prestasiku cukup bisa dibanggakan. Hal itulah yang juga mengantarkanku masuk PTN jalur reguler. Aku tidak mungkin masuk PTS karena terkendala biaya.
Sedari lulus sekolah, banyak bidang kerja yg aku pernah coba. Dari mulai menjadi kasir minimarket, bekerja di lembaga survey, bekerja sebagai supplier alat berat pun pernah kulakoni. Dari sekian pekerjaan, yang paling lama bertahan hingga saat ini adalah sebagai tenaga pendidik. Kurasa inilah passion-ku selama ini. Menggeluti dunia pendidikan. Bagiku, apapun jalannya dan bidangnya selama kita mendapatkan rezeki secara halal mestinya patut dicoba. Why not?
So, buat kalian kalian yang mungkin merasa galau karena harus selalu menuruti orangtua, percayalah mereka hanya ingin kebaikan untuk masa depan kalian. Mungkin tidak terasa efeknya sekarang, tapi pasti suatu saat semua hal itu akan berguna untuk kalian. Jadi, nikmatilah.

Baca Juga :

Istilah ‘pelakor’ atau akronim dari perebut lelaki orang semakin gencar dibicarakan warganet, terutama para istri yang setiap hari menyimak lini masa media sosial. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana di sekitar kita ternyata ada banyak wanita yang harus kehilangan suami mereka lantaran jatuh di pelukan wanita lain.


Yang terbaru mungkin isu yang menyerang seorang Laki-laki dan teman perempuannya yang dikabarkan adalah selingkuhannya. Beliau meninggal, pada satu kecelakaan mobil yang konon dikendarai oleh sang perempuan, di kawasan Magetan, Jawa Timur. Seminggu koma, sang perempuan pun akhirnya menyusul dan menghempurkan nafas terakhirnya pada dua hari lalu.

Begini, bicara cinta memang seringkali di luar logika. Ketika seseorang sudah dibutakan oleh cinta, mungkin dia bisa saja tak peduli pada dunia dan mengabaikan segala hal demi memperjuangkan cintanya. Sayangnya, seringkali orang  terperangkap pada cinta yang salah.

Sudah jelas-jelas berstatus menikah, tapi masih mencari hati yang lain. Percayalah, tak ada orang yang mau diselingkuhi. Terutama untukmu wanita, melihat fenomena yang sedang marak belakangan ini, setidaknya kita bisa belajar bahwa wanita terhormat tak akan mengambil sesuatu apa lagi seseorang yang bukan miliknya.

Wanita Itu Dikaruniai Daya Tarik Untuk Memikat Lawan Jenis, Hanya Saja, Bukankah Lebih Baik Mengincar Pria Lajang Dibanding Jadi Perusak Kebahagiaan Orang?

Menjadi wanita terhormat memang sebuah pilihan. Kamu mau atau tidak, ya semua itu keputusanmu. Kalau kamu pada akhirnya memilih mengedepankan ego demi merengkuh kebahagiaanmu sendiri, pada akhirnya prinsip hidupmu mungkin perlu dipertanyakan.

Wanita terhormat bukanlah sosok yang angkuh. Justru mereka yang mampu menunjukkan dirinya bernilai dengan tidak menginterupsi kebahagiaan wanita lain dan mengganggu rumah tangganya.  Lagi pula, masih banyak pria lajang yang bisa kamu dapatkan.

Setidaknya buktikanlah kalau paras, sikap, dan sifatmu pun sejatinya masih bisa menarik hati pria lajang yang jauh lebih baik di luar sana.

Carilah Kesibukan Yang Lebih Berfaedah Dibanding Hanya Merusak Kebahagiaan Orang Lain Sampai Kamu Jadi Hilang Arah

Coba tanyakan pada dirimu sendiri, sejatinya hal-hal apakah yang bisa membuatmu bahagia? Carilah kebahagiaanmu sendiri tapi dengan cara yang baik-baik, maka dengan demikian kebahagiaan itu akan selalu utuh ada di dekatmu.

Begini, apa iya kamu tega melihat kebahagiaan orang lain nyatanya rusak hanya karena keberadaanmu? Mungkin awalnya kamu merasakan kebahagiaan bersama dia—yang berstatus suami orang, adalah satu-satunya kebahagiaan yang kamu cari selama ini.

Tapi ingatlah, hal itu hanya berlaku sesaat. Bak mimpi di siang bolong, ada saatnya kamu akan menyadari semuanya terasa semu.

Saat Kamu Mencintai Pria Beristri, Sejatinya Bukan Satu Orang Saja Yang Kamu Sakiti

Ketika kamu mencintai pria beristri, ingatlah juga seisi keluarganya. Ada anak-anaknya yang tak tahu apa-apa juga jadi korban atas keegoisanmu. Bagaimana jika anaknya tak hanya satu?

Bagaimana jika mereka tak lagi anak-anak melainkan sudah remaja atau dewasa dan mengerti bagaimana rasanya dikecewakan? Mereka hanya akan melihat ayahnya sebagai sosok yang merusak kebahagiaan keluarga. Tegakah kamu sampai berbuat demikian?

Sementara istrinya terpuruk, anak-anaknya pun dirundung pilu karena kehadiran wanita yang telah merebut ayahnya.

Belajarlah Mengendalikan Diri Dengan Menghentikan Perasaanmu Terhadapnya. Kalau Kamu Masih Punya Perasaan, Kamu Tak Akan Mau Untuk Selalu Berada Di Dekatnya

Jalan terbaik adalah melupakan dia yang pernah singgah dihatimu. Ingatlah dia bukanlah milikmu sebab sudah ada yang memilikinya terlebih dahulu. Wanita terhormat akan mampu mengendalikan diri dan berusaha sekeras mungkin untuk menghentikan perasaan terhadap pria tersebut.

Wanita terhormat bukanlah wanita yang angkuh dan ingin menang sendiri, tetapi wanita yang masih memiliki kepekaan dan perasaan dimana dia memilih meninggalkan sekalipun hatinya diliputi sendu namun ia tahu hal itu adalah sebaik-baiknya cara untuk mendamaikan semuanya.

Sekali Lagi, Wanita Terhormat Tahu Caranya Mempertahankan Martabat

Coba ingat lagi, siapakah bayangan wanita terhormat yang kamu kagumi selama ini? Jika jawabannya adalah ibumu, coba bayangkan kembali bagaimana ibu yang telah melahirkan serta membesarkanmu dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Belajarlah darinya yang menjadi wanita terhormat serta berhasil mempertahankan martabat. Kamu adalah wanita yang selayaknya menjaga kesucian. Sekali lagi, kamu perlu tahu, setiap orang tentu memiliki hak atas hidup dan kebahagiaannya.

Jangan sampai kamu mengambil milik orang lain. Percaya tak percaya, ada karma yang berlaku di kehidupan ini.


Baca Juga :

Kecantikan fisik, kemolekan tubuh, dan ke anggunan paras seakan paling diburu diburu oleh para kaum hawa, dan tidak sedikit pula yang rela mengeluarkan budget sedemikian banyaknya hanya untuk menyempurnakan apa yang menurut mereka kurang.


Dan itulah bukti bahwa menjadi cantik itu mudah dan murah, karena asal ada modal kamu bisa cantik dalam sekejap saja.

Tetapi sayangnya cantik itu bukan hanya seputar fisik yang molek dan paras yang menarik, tapi tentang kebaikan hati dan akhlaq.

Maka sebenarnya, menjadi cantik itu mudah, tapi menjadi shlaihah itu sulit, bahkan tidak semua wanita bisa menjadi shalihah.
 
Semua Wanita Bisa Menjadi Cantik, Tapi Tidak Semua Wanita Bisa Menjadi Shalihah


Semua wanita mungkin bisa menjadi cantik asal ada dana untuk bisa mempercantik dirinya, tapi sayangnya tidak semua wanita bisa menjadi shalihah meski dia telah memiliki harta dunia yang banyak.

Bahkan yang sudah cantik sekalipun, yang sudah serba indah sekalipun tidak bisa menjadi shalihah, sebab dia tidak memiliki kecantikan hati dan akhlaq.

Mempercantik Diri Asal Ada Uang Jadi, Tapi Mempercantik Hati Butuh yang Namanya Ketekunan Untuk Selalu Menyukai Kebaikan


Iya begitu murahnya kecantikan fisik, karena mempercantik diri asal ada uang jadi, dan bahkan hasilnya pun luar biasa seperti boneka barbie.

Tapi mempercantik hati tidak semudah asal ada uang beres, sebab yang namanya hati harus benar-benar diperlakukan baik dengan ketekunan untuk selalu menyenangi kebaikan.

Jika Kecantikan Fisik Hanya Mendatangkan Cinta Manusia, Tapi Kecantikan Hati Bisa Mendatangkan Cinta yang Menciptakan Manusia

Mengapa dikatakan yang hanya sekedar cantik fisik itu murah? karena dia hanya akan mendatangkan penilaian dan kecintaan manusia semata.

Namun berbeda dengan dia yang memiliki keanggunan hati dan akhlaq mulia, karena pasti yang menyukainya bukan hanya manusia, tapi yang menciptakan manusia pun (Allah) turut mencintainya.

Memiliki Fisik Cantik Mungkin Kebanggaan Tersendiri, Tapi Memiliki Kecantikan Hati maka Allah pun Ikut Bangga Kepadamu


Dan iya, memiliki fisik yang cantik dan menarik itu adalah kebanggaan tersendirian untuk para wanita, tapi sayangnya yang benar-benar Allah nilai itu bukan hanya sekedar keadaan luar, tapi hati.

Maka dari itu, jangan terlalu mengutamakan keadaan fisik, karena ada yang harus lebih kamu perhatikan dari fisikmu, yaitu hatimu. Mengapa? karena saat hatimu yang cantik, tentu Allah pun akan sangat bangga kepadamu.

Jadilah Shalihah Saja, Sebab Sebaik-baiknya Perhiasan Dunia Adalah Wanita Shalihah, Bukan Wanita yang Cantik


Untuk itu, jadilah shalihah saja daripada hanya sekedar cantik dan molek, sebab sebaik-baiknya perhiasan dunia itu bukan yang hanya “cantik” tapi yang shalihah.

Lantas bisa disimpulkan, yang sekedar cantik dan seksi itu bukan yang utama, tapi yang baik hati, taat, berakhlaq mulia, dan shalihah lah yang utama serta berharga di mata siapapun

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Jangan lupa like, share dan amalkan ya, semoga bermanfaat untuk kita semua    


Source: humairoh.com
Jika Kecantikan Fisik Hanya Mendatangkan Cinta Manusia, Tapi Kecantikan Hati Bisa Mendatangkan Cinta yang Menciptakan Manusia

Mengapa dikatakan yang hanya sekedar cantik fisik itu murah? karena dia hanya akan mendatangkan penilaian dan kecintaan manusia semata.

Namun berbeda dengan dia yang memiliki keanggunan hati dan akhlaq mulia, karena pasti yang menyukainya bukan hanya manusia, tapi yang menciptakan manusia pun (Allah) turut mencintainya.

Memiliki Fisik Cantik Mungkin Kebanggaan Tersendiri, Tapi Memiliki Kecantikan Hati maka Allah pun Ikut Bangga Kepadamu


Dan iya, memiliki fisik yang cantik dan menarik itu adalah kebanggaan tersendirian untuk para wanita, tapi sayangnya yang benar-benar Allah nilai itu bukan hanya sekedar keadaan luar, tapi hati.

Maka dari itu, jangan terlalu mengutamakan keadaan fisik, karena ada yang harus lebih kamu perhatikan dari fisikmu, yaitu hatimu. Mengapa? karena saat hatimu yang cantik, tentu Allah pun akan sangat bangga kepadamu.

Jadilah Shalihah Saja, Sebab Sebaik-baiknya Perhiasan Dunia Adalah Wanita Shalihah, Bukan Wanita yang Cantik


Untuk itu, jadilah shalihah saja daripada hanya sekedar cantik dan molek, sebab sebaik-baiknya perhiasan dunia itu bukan yang hanya “cantik” tapi yang shalihah.

Lantas bisa disimpulkan, yang sekedar cantik dan seksi itu bukan yang utama, tapi yang baik hati, taat, berakhlaq mulia, dan shalihah lah yang utama serta berharga di mata siapapun

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Jangan lupa like, share dan amalkan ya, semoga bermanfaat untuk kita semua    


Source: humairoh.com


Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini