Baca Juga :

Foto: Ilustrasi
 Dalam pernikahan, ada hal lain yang tidak kalah penting dari persoalan cinta.

Pernikahan menjadi salah satu momen paling dinanti-nantikan oleh setiap orang. Bagaimana tidak, pernikahan merupakan momen membahagiakan dimana bersatunya dua hati yang diikat oleh janji suci. Pernikahan juga menjadi momen penting untuk melangkah ke fase kehidupan yang lebih matang, yakni berumah tangga.
Pernikahan menjadi momen terindah dalam kehidupan seseorang (hipwee.com)
Berbicara soal pernikahan, maka kita tidak bisa terlepas dari persoalan cinta. Sebab cinta merupakan salah satu hal penting dalam membangun rumah tangga. Namun meskipun penting, nyatanya pernikahan tidak melulu soal cinta, melainkan banyak hal yang lebih penting lainnya yang perlu dipertimbangkan juga.

Pernikahan merupakan kesediaan hati menerima kondisi pasangan

Sebagaimana disinggung diatas, pernihakan tidak melulu membahas soal cinta, meskipun cinta itu penting dalam pernikahan. Namun hakikat pernikahan juga harus kamu ketahui agar kamu tidak hanya bermodal cinta dalam membangun rumah tangga. Sebab selain soal cinta, pernikahan juga bukti kesediaan kamu menerima pasanganmu dengan kelebihan dan kekurangannya.
Menerima kekurangan dan kelebihan pasangan (ummi-online.com)
Pernikahan adalah momen dimana kamu menyerahkan sisa usiamu untuk hidup bersamanya. Baik dan buruknya pasanganmu nanti, harus kamu hadapi bersama. Setelah ijab qabul diucapkan, tidak ada alasan lagi untuk mundur dari hubungan tersebut. Kecuali kamu akan dikatakan sebagai orang yang gagal membangun rumah tangga.

Pernikahan merupakan momen pengikraran janji suci yang harus dijaga bersama

Pernikahan juga menjadi momen dimana saat itu, kamu dan pasanganmu berjanji untuk memenuhi hak dan kewajiban sebagai suami dan istri. Saat ijab qabul diucapkan dan disaksikan oleh kedua keluarga besar yang hadir, saat itulah janji suci pernikahan antara kamu dan pasanganmu disaksikan oleh keluarga kedua belah pihak.
Momen ijab qobul dalam pernikahan (weddingku.com)
Saat momen ijab qabul diucapkan, kesakralan pernikahan sangat terasa sehingga tidak sedikit air mata haru dan bahagia kerap bercucuran mengiringi berlangsungnya momen tersebut.

Pernikahan menjadi pintu masuk berjuang bersama pasangan

Saat kamu memutuskan untuk melakukan pernikahan dengan seseorang, itu artinya kamu siap berjuang dengan orang tersebut. Siap selalu bersama dalam kondisi suka dan duka, serta siap saling mendukung dan menguatkan jika salah satu pihak butuh dukungan.
Momen terindah pernikahan (dna-photovideo.com)
Perjuangan dalam hubungan pernikahan tidaklah semudah perjuangan semasa pacaran. Tentu cobaan, ujian dan persoalan yang dihadapi lebih kompleks dan rumit, disinilah pentingnya kekompakan suami istri untuk bersama-sama melangkah melewati segala rintangan dalam rumah tangga.

Pernikahan menyempurnakan separuh agama dan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan melaksanakan perintah-Nya.

Mungkin satu hal ini yang paling terpenting dari beberapa alasan pernikahan tadi, yakni pernikahan sebagai ladang ibadah dan menjalankan perintah-Nya untuk melakukan pernikahan. Bagi umat islam pernikahan menjadi momen ibadah yang disyariatkan agama. Bahkan sebuah hadist menjelaskan belum sempurna agama seseorang sebelum dia melaksanakan sebuah pernikahan.
Pernikahan sebagai ladang ibadah (motivasi-harmoni.blogspot.com)
Niat pernikahan menjadi ladang ibadah, menjalankan perintah agama, dan terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela lebih penting kiranya daripada hanya berasalan karena cinta.

Pernikahan menyatukan dua keluarga menjadi satu keluarga besar

Terakhir, tugas berat yang kamu emban saat melakukan pernikahan ialah bukan hanya menyatukan dua hati dengan cinta, melainkan menyatukan dua keluarga besar yang mungkin memiliki budaya beda dalam satu ikatan status besan. Hal ini tidak lah mudah, terlebih jika kedua keluarga besar tersebut memiliki banyak perbedaan, seperti budaya, tradisi, dan bahasa.
Pernikahan menyatukan dua keluarga (butikdeha.com)
Itulah beberapa hal penting yang perlu kamu persiapkan matang-matang jika ingin melakukan pernikahan. Sebab pernikahan tidak melulu soal cinta, tetapi banyak persoalan lainnya yang harus menjadi pertimbangan.

Baca Juga :

Foto: Ilustrasi
Pernikahan merupakan sunah nabi yang sangat dianjurkan pelaksanaannya untuk umat islam, semasa hidupnya Nabi menikahi 13 wanita dan sebagian besar istri Rasul adalah janda hanya Aisha RA saja yang masih gadis.

Rasullulah memang memilih menikahi janda untuk tujuan dakwah dan memuliakan mereka.
Allah SWT memerintahkan beliau menikahi banyak wanita agar sunah-sunah yang tidak tampak kecuali di rumah bisa di riwayatkan secara utuh. Istri-istri beliau meriwayatkan sunah-sunah saat di rumah.

Menurut Islam menikahi janda juga ada keutamaannya diantaranya adalah:

1. Menikahi Janda merupakan anugrah
Memilih menikahi janda bisa dikategorikan tindakan yang akan membawa berkah dan juga anugrah bagi kita apalagi niatnya karena Allah untuk melindungi janda tersebut dari fitnah  atau hal buruk lainnya yang mungkin bisa terjadi.
''Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang miskin laksana yang berjuang di jalan Allah, dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakakn shalat di malam hari (HR. bukhari no 5353 dan muslim no 2982) 

2. Menikahi janda bisa mendatangkan rejeki
 Menikahi janda karena niat baik karena ingin mengangkat derajatnya agar tidak ti remehkan orang lain termasuk prilaku yang tidak terpuji, Insyallah  akan mengganti banyak kebaikan tanpa terkecuali diberikan rejeki yang cukup.

"Nikahilah wanita karena akan mendatangkan harta bagi kalian" (HR. Hakim 2679 dan nilai Ad Dzhabi sesuai syarat Bukhari dan muslim).

Baca Juga :


Ketika Rusa dan Unta Curhat kepada Nabi Muhammad
Foto: ilustrasi

Jepara, NU Online
Sayyid Muhammad bin Farid bin Idrus al Muthohhar saat diminta Habib Syech Solo untuk menyampaikan mauidloh mengutarakan bahwa hewan ketika dirundung masalah kemudian melakukan curhat langsung dengan Nabi Muhammad SAW.

Hal itu dikemukakannya dalam Jepara Bershalawat yang dilaksanakan di Pendopo Jepara, Jumat (2/9). Selain syekher mania yang hadir, kegiatan juga diikuti habaib dan Forkompinda.  

Salah satunya adalah yang diceritakan Umi Salamah. Saat itu kanjeng Nabi kata Habib yang kerap disapa Habib Farid berjalan dengan seorang sahabat. Tiba-tiba mendengar ada seekor rusa memanggil. 

Singkat cerita sebelum ia (rusa, red) diburu oleh seorang a’rabi belum sempat menyusui anaknya. Rusa itu lanjut Habib meminta agar Nabi berkenana melepaskan ikatannya. Setelah menyusui anaknya ia berjanji langsung kembali dan siap diikat lagi. 

Mendengar janji tersebut kemudian rusa dilepaskan. Tak lama kemudian si rusa datang dan kembali diikat. Ketika si pemburu datang dan bertemu dengan Nabi, si A’rabi diminta untuk melepaskan rusa hasil buruannya itu. 

“Selain curhat “rusa” ada juga cerita “curhat” seekor unta,” lanjut habib keponakan Habib Syech ini menceritakan. 

Diceritakan Habib asal Semarang itu, unta yang ditemui Nabi di jalan sedang merengek dan menangis. Ceritanya, si unta sering diperintah oleh majikan tetapi jarang dikasih makan. 

Ketika si pemilik unta datang, Nabi pun menegur kepada si fulan. Periharaan yang diberikan Allah merupakan amanat. Waktu itu, Nabi meminta agar pemilik unta menjaga amanat itu baik-baik. 

“Bertakwalah kepada Allah di manapun berada. Hewan yang kamu pelihara adalah amanat. Kamu banyak menyuruh dia bekerja tapi kenapa sedikit berbuat baik kepadanya,” begitu teguran Nabi sebagaimana diceritakan Habib Farid.  

Berkenaan dengan cerita itu, Habib Farid meminta kepada syekher mania jika hewan saja mau curhat, kita juga wajib curhat kepada Nabi. Momen Jepara bershalawat salah satu faidahnya merupakan sarana meminta dan mengatasi masalah lewat nabi Muhammad. 

Kenapa harus kepada Nabi Muhammad? Ditegaskannya Nabi Muhammad ialah nabi paling mulia yang mampu mengenal satu persatu umatnya dari zaman nabi adam hingga hari kiamat. Disamping itu, nabi juga tahu amal baik dan buruknya. 

Habib Farid juga menegaskan apa yang dikatakan Umar, bahwa doa tidak bakal diterima Allah jika tidak dibarengi dengan shalawat. “Dengan shalawat urip nikmat. Dengan shalawat bakal dapat syafaat,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Baca Juga :

Amalan untuk Dapat Suguhan Air Kautsar dari Tangan Rasulullah SAW
Foto: Ilustrasi
Hanya orang-orang beruntung yang kelak meminum air telaga Al-Kautsar, telaga yang Allah berikan kepada Rasulullah SAW seperti tertera dalam Surat Al-Kautsar. Bagaimana tidak, air telaga ini sangat berkhasiat sesuai kebutuhan semua manusia pertama hingga manusia terakhir dalam menjalani huru-hara hari Kiamat.

Tetapi hanya orang istimewa yang meminum air telaga Al-Kautsar langsung dari tangan pemiliknya, Nabi Muhammad SAW. Belum lagi suguhan langsung dari tangan Rasulullah SAW yang tentu akan memberikan pengalaman rohani dan kepuasan batin yang berbeda.

Keistimewaan ini sesungguhnya dapat diupayakan. Para ulama menganjurkan kita untuk membaca doa setelah adzan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini.

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الْدَّعَوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاةِ القَائِمَةِ، آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وابْعَثْهُ مَقَاْمًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَّهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ

Allâhumma rabba hâdzihid da‘watit tâmmah, was shalâtil qâ’imah, âti sayyidanâ muhammadanil wasîlata wal fadhîlah, wab‘atshu maqâmam mahmûdanil ladzî wa‘adtah, innaka lâ tukhliful mî‘âd.

Artinya, “Ya Allah, wahai Tuhan pemilik dakwah yang sempurna, Tuhan pemelihara ibadah shalat yang terlaksana, berikanlah Nabi Muhammad SAW kehormatan status wasilah dan fadhilah. Bangkitlah dia di tempat terpuji yang Kau janjikan. Sungguh Engkau tidak mengingkari janji.”

Setelah membaca doa itu, sebagian ulama menganjurkan kita untuk menambahkannya dengan doa berikut ini.

وَأَوْرِدْنَا حَوْضَهُ وَاسْقِنَا مِنْ يَدِهِ الشَّرِيْفَةِ شُرْبَةً هَنِيْئَةً مَرِيْئَةً لَا نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Wa awridnâ haudhahû, wasqinâ min yadihis syarîfah syurbatan hanî’atan marî’ah, lâ nazhma’u ba‘dahâ abadâ, ya arhamar râhimîn.

Artinya, “Ya Allah, antarkan kami melewati telaga Kautsar milik Rasulullah SAW. Berikanlah kesempatan bagi kami meminum langsung dari tangan pemiliknya yang mulia seteguk air telaga yang lezat dan nikmat itu di mana kami selamanya takkan mengalami haus setelah meminumnya. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Doa ini sengaja dibaca di waktu antara adzan dan iqamah karena waktu ini merupakan salah satu waktu mustajabah. Doa ini dapat ditemukan di kitab Hasyiyatul Baijuri ala Syarhi Ibni Qasim Al-Ghazzi. Semoga Allah deretkan kita dalam barisan orang beruntung yang meminum air Al-Kautsar langsung dari suguhan Rasulullah SAW. Amin. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)
Powered by Blogger.
close
Banner iklan disini